Ratusan Benda Pusaka Dipamerkan




Salah satu pengunjung mengamati keris dan tombak, yang dipamerkan

BANGKALAN – Ratusan koleksi benda pusaka dipamerkan secara khusus di pelataran Museum Cakraningrat, Jalan Soekarno-Hatta Bangkalan.
Praktis, pameran yang melibatkan puluhan kolektor benda pusaka tersebut, menyedot perhatian warga yang berasal dari beberapa golongan.

Dalam pameran tersebut, terdapat beberapa jenis keris yang mendapat perhatian khusus dari para pencinta benda pusaka, di antara koleksi keris Nogo Bayu, Nogo Sosro dan Ki Tunggal Panto. Masing-masing keris, dipercaya memiliki keunggulan tersendiri bila dipakai oleh pemiliknya.

“Kalau keris ini (Ki Tunggal Panto), bisa membuat laki-laki perkasa saat berhubungan seks. Caranya, taruh saja di bawah bantal, sebelum melakukan hubungan suami istri,” ujar A Hamit TN, salah satu kolektor benda pusaka asal Kecamatan Kota Bangkalan, Senin (11/1/2010).

Hamit yang memamerkan sekitar 20 benda pusaka, juga mempunyai keris yang bisa dibuat untuk mengobati berbagai penyakit, mulai dari asam urat hingga darah tinggi. Cuma, dia mengaku ada syarat-syarat tertentu yang harus dilakukan, sebelum menjalani proses pengobatan dengan media dari keris.

Sayang, para kolektor benda pusaka yang ikut dalam pameran tersebut, termasuk Hamit sendiri tidak berkenan untuk menjual benda jenis keris dan tombak. Sebaliknya, para pengunjung hanya sebatas bisa untuk melihat, memegang, dan bertanya tentang keunggulan dari pusaka kuno tersebut.

“Ini hanya untuk dipamerkan saja, tidak untuk dijual. Saya sendiri juga tidak mau menjualnya,” tegasnya.

Sementara itu, salah satu panitia pameran benda pusaka, Dinas Pariwisata Bangkalan Hasan menyatakan pameran tersebut sebagai ajang untuk menunjukkan jati diri bangsa, termasuk dalam rangka memelihara benda pusaka peninggalan nenek moyang.
(Subairi/Koran SI/ram)

Tips Menjinakkan Kekuatan Jahat dalam Benda Pusaka

PusakaPusaka Isi atau tuah yang berada dalam benda pusaka akan muncul dengan warna aura atau cahaya menyelubungi sekitar benda. Warna-warna muncul biasanya adalah merah (jelek), hijau (baik), putih (baik dan jelek), dan kuning (baik). Jika menampilkan warna aura yang menyolok mata, maka kemungkinan benda tersebut mempunyai penunggu yang mempunyai kekuatan jahat.

Untuk menjinakkan kekuatan jahat yang berada dalam benda pusaka dapat dilakukan dengan cara-cara sebagai berikut :

Benda digantung di tembok atau sejenisnya, kemudian dalam keadaan memandang benda pusaka tersebut dari jarak yang tidak terlalu jauh. Cahaya yang akan muncul dari benda pusaka bila merah maka benda tersebut mempunyai sifat yang kasar. Dengan mangadu kekuatan pandangan dengan kekuatan yang ada dalam benda tersebut maka akan memudarkan kekuatan jahat yang berada dalam benda tersebut. Mengadu pandangan dilakukan pada sesaat setelah tengah malam. Cara ini disebut nayuh kekuatan yang berada dalam benda.

Memberikan kayu atau jenis benda bertuah alam yang mempunyai sifat redam. Baiknya kayu atau benda serupa merupakan benda yang benar-benar alami dan belum pernah diisi. Kayu atau benda lain yang mempunyai fungsi dapat meredam kekuatan jahat (panas) dibuat sebagai tempat atau dijadikan bagian dari benda bertuah.

Meredam dalam air sirih, temulawak, dan beberapa kunyit putih setiap tengah malam dan hal ini jika dilakukan tanpa pengawas ahli spiritual, maka bisa terjadi kekuatan jahat dalam benda pusaka akan masuk kedalam orang yang melakukan atau orang terdekatnya.

Mengeluarkan isi yang ada dalam benda pusaka. Setelah isi yang berada dalam benda pusaka dipindah, maka dilakukan pengujian. Hal ini hanya bisa dilakukan oleh spiritual yang telah mumpuni dan berpengalaman.

Pada benda pusaka dililitkan kawat emas 22-24 karat. Jika memungkinkan maka benda bertuah tersebut diberi hiasan emas. Sebesar apapun emas yang menempel pada benda bertuah akan meredam kekuatan jahat yang ada di dalam benda. Sebelum melakukan hal ini maka hendaknya membersihkan diri dengan berpuasa terlebih dahulu.

Diikat dengan benang putih (lawe atau tali dari kain putih) dengan posisi menyilang. Mengikat benda dengan kuat dan pada pesilangan ikatan ditetesi dengan minyak wangi. Benda kemudian diletakkan ditanah selama 3 hari 3 malam. Setelah itu kemudian ikatan dilepaskan dan benda disimpan dengan kain pembungkus tadi.

Meredan benda dalam air leri (cucian beras) yang telah diberikan tumbukan bengle. Bengle diyakini dapat menghilangkan sawan yang berada dalam benda . (Sawan : kekuatan hitam yang jahat).

Jika aura putih yang muncul dari kekuatan benda bertuah, belum berarti benda itu baik. Tetapi ada kalanya aura tersebut adalah pemunculan penunggu yang berada dalam benda berupa pocong atau sejenisnya. Maka banda tersebut tentunya mempunyai sifat yang jelek. Untuk dapat menghilangkan sifat dari isi benda yang jelek maka untuk meredam kekuatannya dapat dilakukan dengan cara seperti di atas. Untuk mempraktekkan hal-hal di atas, waktu melakukannya setelah jam melewati jam 12 malam dan sebelum jam 3 pagi.

Sumber : Metro gaib